Bahaya Menggunakan Headset bagi Telinga dan Otak

a

Sudah menjadi satu kebiasaan di kalangan modern menggunakan headset dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun sudah mengetahui bahaya menggunakan headset, kebutuhan akan perangkat pengeras suara tersebut sudah layaknya kewajiban.

Mendengarkan musik menggunakan headset memang mengasyikkan karena tidak akan mengganggu orang di sekitar namun dibalik asyiknya menggunakan headset juga menyimpan bahaya bagi kesehatan. Bahaya mendengarkan portable music player (PMP), seperti MP3 player melalui headset, bisa membuat telinga cedera. Itu terjadi jika kita terlalu sering memakai earphone atau headphone bervolume tinggi. Berikut adalah yang dapat terjadi akibat sering menggunakan earphone atau headset :

  1. Kerusakan permanen pada telinga

Bahaya menggunakan headset yang pertama adalah merusak kemampuan pendengaran secara permanen. Hal ini terjadi bila telinga sudah tidak kuat lagi menanggung beban suara keras dari earphone yang langsung terhubung dengan lubang telinga, biasanya, hal ini terjadi pada mereka yang masih berusia muda atau remaja.

  1. Kehilangan pendengaran di usia 20-an

Berdasarkan penelitian, efek penggunaan earphone atau headset yang berlebih ini memang tidak akan langsung terasa. Kerusakan akibat memakai headset atau earphone yang berlebihan ini akan muncul secara perlahan, biasanya efek akan mulai terasa di usia 20-an. Di usia itu, si penderita akan mulai kehilangan pendengarannya.

  1. Ambang pendengaran

Paparan musik dengan earphone atau headset dapat memengaruhi ambang pendengaran manusia, terutama bila mendengarkan musik dengan volume keras dan dalam jangka waktu lama.

Secara perlahan efek ini akan mengarah pada gangguan pendengaran secara permanen.
Karenanya Anda harus menggunakan earphone atau headset ini sesuai kebutuhan saja, jangan berlebihah. Bahaya headset dapat dihindari dengan mengenal tingkat suara, suara tingkat ringan untuk dewasa berada antara 25 hingga 40 desibel, sedangkan anak-anak 20 hingga 40 desibel. Bertingkat semakin tinggi hingga suara terberat berkualitas 90 desibel atau lebih yang masih dapat didengar. Sejumlah peneliti menganjurkan semua perangkat suara yang menggunakan headset atau earphone untuk tidak melebihi batas 100 desibel. Mengingat suara yang ada di luar headset (suara mesin mobil, disel atau alat pemotong rumput) juga bisa berpengaruh pada pendengaran manusia.

Selalu perhatikan apa yang Anda dengarkan. Bahaya headset, akibat memakai headset, efek memakai headset mengintai jika Anda menggunakan perangkat tersebut secara berlebihan.

  1. Infeksi Telinga

Satu risiko yang terkait dengan penggunaan headset lebih banyak berkaitan dengan perawatan yang tidak tepat. Infeksi telinga kemungkinan terjadi di antara karyawan yang menggunakan headset di pusat panggilan (customer service) yang sibuk di mana karyawan mengenakan peralatan headset selama berjam-jam di hari kerja dan tidak dirawat dengan benar. Misalnya, bantalan telinga headset harus diganti setiap enam bulan dan dirawat setiap hari dengan pembersih untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri di antara pekerja.

 

Klinik THT RS Citra Medika Sidoarjo

dr. Putri Cita Sari Dewi, Sp.THT.KL

Selasa

13.00 - Selesai

Jumat

09.00 -  Selesai

 

Sumber: www.doktersehat.com/bahaya-pemakaian-headset-bagi-telinga-dan-otak/amp/