Hari Jantung Sedunia, Kenali Gejala Lemah Jantung Sebelum Terlambat

a

Lemah jantung adalah istilah untuk berbagai masalah pada jantung, terutama kardiomiopati. Kardiomiopati adalah penyakit yang berhubungan dengan miokardium atau otot jantung di mana terdapat kelainan pada otot jantung secara struktur dan fungsi tanpa adanya penyakit jantung koroner, hipertensi, atau kelainan katup jantung. Bila penyakit ini terbatas hanya pada kelainan atau kerusakan otot jantung, maka keadaan ini disebut kardiomiopati primer. Bila kardiomiopati disebabkan oleh penyakit lain yang mengakibatkan kelainan pada otot jantung, keadaan ini disebut kardiomiopati sekunder.

Kardiomiopati dapat muncul pada usia muda, serta dapat menyebabkan henti jantung mendadak. Waspadai munculnya gejala kardiomiopati, khususnya pada mereka yang memiliki sejarah gagal jantung dalam keluarga. Berikut adalah gejalanya:

  1. Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan tungkai.
  2. Batuk saat berbaring.
  3. Perut kembung yang diakibatkan oleh adanya cairan.
  4. Rasa lelah.
  5. Sesak, bahkan saat beristirahat.
  6. Irama jantung tidak beraturan.
  7. Pusing, rasa melayang, dan pingsan.
  8. Nyeri dada.

Pada awal kasus, penderita kardiomiopati mungkin tidak menampakkan atau merasakan gejala-gejala tersebut. Segera periksakan ke dokter jika ada seseorang yang mengalami pingsan, sesak atau nyeri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit.

Penyebab Kardiomiopati

Biasanya penyebab kardiomiopati tidak diketahui. Untuk beberapa orang, dokter akan mencari tahu kemungkinan faktor lain yang dapat mencetuskan kardiomiopati, termasuk:

  1. Kelainan genetik.
  2. Penyakit tiroid.
  3. Irama jantung cepat yang tidak tertangani.
  4. Gangguan metabolik, seperti obesitas atau diabetes.
  5. Kekurangan vitamin dan mineral.
  6. Komplikasi akhir kehamilan sampai dengan 6 bulan setelah melahirkan (peripartum cardiomyopathy).
  7. Konsumsi alkohol berlebihan.
  8. Penyalahgunaan kokain, amfetamin, dan steroid anabolik (disalahgunakan untuk membesarkan otot tubuh).
  9. Pengguna obat kemoterapi dan radiasi.
  10. Infeksi.
  11. Hemokromatosis, amiloidosis, sarkoidosis.

Ada empat tipe utama kardiomiopati, yaitu:

  • Restrictive cardiomyopathy
  • Gangguan ini timbul sebagai akibat dari tidak elastis dan kakunya otot jantung, sehingga jantung tidak dapat mengembang dengan baik dan berujung pada terhambatnya aliran darah ke dalam jantung. Kondisi yang jarang ini, tidak diketahui penyebabnya, namun dapat merupakan bagian dari penyakit amiloidosis, sarkoidosis, dan hemokromatosis (penumpukkan zat besi pada otot jantung). Penyakit ini umumnya terjadi pada orang lanjut usia walau dapat juga terjadi pada segala usia.

  • Hypertrophic cardiomyopathy
  • Kondisi ini sebagian besar diakibatkan oleh kondisi genetik yang menurun di dalam keluarga dan dapat terjadi pada segala usia. Gangguan timbul akibat menebalnya otot jantung secara abnormal, khususnya pada ventrikel kiri jantung, yaitu ruang jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh. Penebalan ini mengakibatkan jantung menjadi sulit untuk memompa darah.

  • Arrhythmogenic right ventricular cardiomyopathy
  • Tipe kardiomiopati ini tergolong jarang. Sebagian kasus merupakan penyakit turunan yang sering disebabkan oleh mutasi pada satu gen atau lebih. Gangguan ini timbul karena terdapat kelainan pada protein yang merekatkan sel otot jantung dan dapat menyebabkan kematian sel. Sel otot jantung yang mati kemudian digantikan oleh lemak dan jaringan parut, sehingga dinding ruang jantung menjadi tipis dan meregang. Akibatnya irama jantung menjadi tidak beraturan serta tidak dapat memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan baik. Penyakit ini dapat terjadi pada segala usia.

  • Dilated cardiomyopathy
  • Merupakan tipe kardiomiopati yang paling sering. Gangguan timbul karena ventrikel kiri jantung membesar dan melebar sehingga menjadi tidak kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Namun kelainan ini tidak disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Dilated cardiomyopathy merupakan penyebab tersering dari gagal jantung dan penyebab tersering orang melakukan transplantasi jantung. Dilated cardiomyopathy dapat diturunkan secara genetik maupun didapat. Kondisi lain yang dapat menyebabkan dilated cardiomyopathy adalah infeksi (miokarditis), penyakit autoimun, kehamilan, racun yang berlebihan (seperti alkohol, kokain, amfetamin, dan ekstasi), kekurangan nutrisi (zink, selenium, dan vitamin B1),  obat tertentu (obat kanker, obat penenang), kelainan fungsi kelenjar tiroid, dan gangguan elektrolit (kekurangan kalsium dan fosfat dalam darah).

Klinik Jantung RS Citra Medika
dr. Zakky Kurniawan, Sp.JP Selasa dan Jum’at Pukul 16.00 WIB

Sumber:

https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/penyakit/lemah-jantung/amp/

https://www.alodokter.com/lemah-jantung