Dehidrasi Pada Si Buah Hati Selama Berpuasa

a

Berpuasa di bulan Ramadhan membawa banyak manfaat untuk jasmani dan rohani. Selain menyehatkan fisik, puasa juga menyehatkan mental serta spiritual. Maka sangat baik bila orang tua mulai mengajarkan anak untuk berpuasa, ketika usianya sudah dirasa cukup. Dehidrasi adalah salah satu masalah yang sering dialami anak saat berpuasa. Secara medis, dehidrasi adalah gangguan keseimbangan (kekurangan) cairan atau air dalam tubuh. Tidak hanya air, dehidrasi juga sering disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh.

Pada dasarnya, anak-anak sangat rentan mengalami dehidrasi terutama ketika puasa. Ini karena tubuh anak-anak lebih peka terhadap perubahan kadar air dan mineral. Dehidrasi terjadi karena asupan cairan lebih sedikit daripada pengeluarannya.

Penyebab dehidrasi pada anak selama puasa :

1. Kurang cairan

Asupan cairan yang mencukupi di antara waktu berbuka dan sahur dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Meskipun sedang berpuasa, tubuh tetap memerlukan setidaknya delapan gelas air per hari. Maka orang tua perlu mengatur asupan cairan anak agar tidak sampai kekurangan. Dengan dibatasinya makan dan minum selama berpuasa, Orang tua dapat mengatur konsumsi air dengan minum dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan dua gelas saat sahur. Sebaiknya, jangan memberi anak minuman berkafein seperti teh. Kafein memiliki sifat diuretik, yang dapat merangsang dorongan buang air kecil berlebih sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Lebih baik berikan susu atau jus buah alami yang lebih menyehatkan. Anak juga dapat memperoleh asupan cairan tambahan dari buah dengan kadar air tinggi atau makanan berkuah seperti sup.

2. Terlalu banyak garam

Makanan yang dimasak dengan menggunakan banyak garam juga dapat memicu dehidrasi, terlebih ketika dikonsumsi waktu sahur. Kandungan garam yang tinggi dapat menarik cairan tubuh, sehingga sel-sel tubuh menjadi kekurangan cairan.

3. Aktivitas di luar ruangan

Cuaca yang panas dan lembab berpotensi menyebabkan dehidrasi terutama ketika berpuasa. Ketika beraktivitas di dalam ruangan, penguapan cairan tubuh lebih sedikit karena tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Efeknya mungkin hanya membuat kulit menjadi kering. Sedangkan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan, akan lebih banyak cairan tubuh yang terkuras akibat paparan matahari langsung. Maka sebaiknya anak tidak melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat ketika berpuasa.

Dampak dehidrasi :

Dehidrasi pada anak yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan kerusakan organ hati, ginjal, otak, hingga kematian, karena cairan dalam tubuh berfungsi melancarkan sirkulasi darah, dan darah bertugas membawa oksigen dan nutrisi penting ke seluruh tubuh. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, maka kinerja seluruh sistem tubuh akan terganggu.

Asupan makan dan minum anak tergantung pada orang lain, maka peran orang tua sangat penting terlebih ketika anak berpuasa. Selain kebutuhan cairan, orang tua juga perlu memperhatikan tanda-tanda dehidrasi saat anak berpuasa, seperti bibir terlihat kering, jarang buang air kecil, lemas dan mengeluh sakit kepala. Bila itu terjadi, dianjurkan segera berbuka untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut.

Untuk konsultasi seputar kesehatan anak khususnya selama bulan puasa bisa dilakukan di Rumah Sakit Citra Medika Sidoarjo oleh Dokter:

dr. Anggono RA, Sp.A : Hari Senin, Rabu dan Jumat pukul 15.00 WIB – selesai.

dr. Benny Wibisono, Sp.A : Hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat pukul 08.00 WIB – 14.00 WIB.

Sumber :

http://bidanku.com/menghindarkan-si-kecil-agar-tidak-dehidrasi-selama-puasa-ramadhan http://www.sehatfresh.com/penyebab-anak-kekurangan-cairan-dehidrasi-saat-puasa/