DIABETES

 

a

Diabetes melitus atau kencing manis

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan kelainan metabolik akibat dari kurangnya produksi insulin oleh pankreas dalam tubuh, kurangnya respon tubuh terhadap insulin yaitu untuk mengubah glukosa menjadi energi, atau bisa juga akibat dari adanya pengaruh hormon lain yang menghambat kinerja insulin. Jika produksi insulin berkurang atau tidak efektif maka kadar glukosa darah menjadi tidak terkendali dengan optimal, hal ini dapat berujung pada terjadinya penyakit Diabetes Melitus.

Gejala Diabetes Melitus

Gejala Diabetes Melitus mulai nampak ketika tingkat kadar gula acak dalam darah telah mencapai lebih dari 200 mg / dL atau kadar gula puasa lebih dari 125 mg/dL. Gejala Diabetes Melitus diantaranya yaitu:

• Peningkatan frekuensi buang air kecil, menjadi sering dan banyak

• Kelelahan yang berlebihan,

• Penurunan berat badan lebih dari 2kg/bulan tanpa program diet,

• Mudah haus, mulut terasa kering,

• Mudah lapar.

Tipe Diabetes Melitus

Diabetes dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan penyebab terjadinya, yaitu :

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 disebabkan karena kerusakan ataupun kelainan genetik pada sel-sel yang ada di pankreas, sehingga pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengubah kadar gula dalam darah menjadi energi.

2. Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 bukan disebabkan karena hormon insulin tidak diproduksi tubuh, melainkan karena hormon insulin ada di dalam tubuh dalam jumlah yang cukup namun respon tubuh terhadap hormon insulin berkurang.

3. Diabetes tipe gestasional

Diabetes tipe gestasional disebabkan berbagai pengaruh hormon lain, biasanya pada masa kehamilan akibat pengaruh plasenta yang berujung pada hiperglikemia.

Komplikasi penyakit diabetes mellitus

Hiperglikemia atau tingginya glukosa dalam darah dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, berikut beberapa komplikasi penyakit diabetes melitus :

1. Komplikasi dalam jangka waktu panjang dapat berakibat terjadinya kerusakan pembuluh darah,

2. Beresiko terjadinya kerusakan pembuluh darah mikro pada mata,

3. Dua kali beresiko terkena serangan jantung atau penyakit jantung lainnya,

4. Mempengaruhi perubahan pada suasana hati,

5. Beresiko terhadap kerusakan saraf,

6. Gagal ginjal/kerusakan pada ginjal, karena semakin tinggi glukosa dalam darah semakin berat kerja ginjal,

7. Infeksi kulit dan gusi,

8. Mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, gangren dalam beberapa kasus harus dilakukan amputasi untuk mencegah penyebaran infeksi ke organ tubuh yang lain.

9. Stroke.

Cara pencegahan penyakit diabetes mellitus atau kencing manis

Adapun cara mencegah penyakit diabetes mellitus atau kencing manis yaitu :

• Menjaga pola hidup yang sehat,

• Menghindari berbagai jenis makanan yang terlalu banyak mengandung glukosa,

• Rajin berolah raga dan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit perhari.

• Mengontrol berat badan, mencegah dan mengatasi obesitas.

• Melakukan pengecekan kadar gula darah untuk mengetahui berapa tinggi glukosa dalam darah dan bisa melakukan pencegahan.

Pengobatan penyakit diabetes mellitus

Pengobatan penyakit Diabetes Melitus tergantung pada tipe penyebab penyakit ini, yaitu:

1. Penderita Diabetes tipe 1

Dengan cara pompa insulin atau dengan pemberian insulin melalui suntikan yang bertujuan untuk mengganti hormon insulin alami yang seharusnya diproduksi tubuh.

2. Penderita Diabetes tipe 2

Diberikan cukup dengan pemberian berbagai jenis pengobatan oral yang dapat merangsang fungsi insulin.

Pengobatan tersebut hanya berfungsi untuk mengendalikan kadar gula darah, namun penyakit diabetesnya sendiri tidak dapat disembuhkan secara tuntas, sampai saat ini belum ada satu jenis pengobatan pun yang bisa menyembuhkan secara permanen.

Sumber: http://www.idmedis.com