Puasa bagi penderita penyakit diabetes melitus

a

Setelah mengenali apa itu penyakit Diabetes Melitus (lihat artikel tentang Diabetes Melitus), kini akan diulas tentang “Puasa Bagi Penderita Diabetes Melitus“. Puasa dapat dilakukan oleh penderita Diabetes Melitus (DM) dengan kriteria sebagai berikut :

  • Penderita DM tipe-1 (diabetes karena kurangnya produksi insulin) yang stabil atau terkendali dengan perencanaan makan dan olahraga.
  • Penderita DM tipe-2 (diabetes akibat kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin) dengan berat badan lebih serta kontrol yang baik dan pengawasan glukosa darah secara ketat.
  • Penderita DM yang mendapat suntikan insulin satu kali per hari.

Jika penderita DM dalam keadaan gula darah terkontrol, bukanlah halangan untuk menjalankan puasa. Oleh karena itu, sebelum menjalani puasa, sebaiknya mengukur kadar gula darah terlebih dahulu. Yang dimaksud dengan kadar gula darah terkontrol adalah kadar gula darah puasa kurang dari 100 mg/dl dan kadar gula darah dua jam setelah makan kurang dari 140 mg/dl. Untuk pemantauan jangka panjang, dapat digunakan pemeriksaan HbA1C, nilai yang dianjurkan di bawah 6,5%.

Penderita DM yang tidak dianjurkan puasa antara lain :

  • Penderita DM dengan kadar gula tinggi atau tidak stabil.
  • Penderita DM yang tidak mengikuti diet, pemakaian obat dan pengaturan aktivitas.
  • Penderita DM tipe-1 dan tipe-2 dengan kontrol yang buruk.
  • Penderita DM disertai komplikasi jantung, ginjal dan hati (karena kekurangan cairan dapat membahayakan kerja organ-organ penting tersebut).
  • Penderita DM yang mendapatkan suntikan insulin dua kali sehari atau lebih.
  • Penderita DM dengan riwayat ketoasidosis.
  • Penderita DM yang sedang hamil.
  • Penderita DM yang sedang mengalami infeksi.
  • Penderita DM usia lanjut dengan gangguan kesadaran.
  • Penderita DM yang mengalami dua kali/lebih episode hipoglikemia selama berpuasa.

Selama berpuasa penderita DM dapat berbuka dengan makanan dan minuman manis yang menggunakan gula rendah kalori. Penderita sebaiknya mengkonsumsi karbohidrat tinggi serat seperti sereal atau roti gandum. Berikut pengaturan pola makan untuk penderita DM :

  • Sebelum sholat maghrib, makanan ringan (10% dari total kalori harian).
  • Sesudah sholat maghrib, makanan utama (40%).
  • Setelah tarawih, makanan ringan (10%).
  • Saat sahur, makanan utama (40%).

Hendaknya penderita DM tetap rutin memeriksa kadar gula darah dan selalu mengkonsumsi obat supaya kadar gula darahnya tetap terkontrol, serta berkonsultasi dengan dokter mengenai jadwal pemberian obat dan dosisnya bila hendak menjalankan ibadah puasa.

 

UNTUK KONSULTASI SEPUTAR PENYAKIT DIABETES MELITUS SELAMA BULAN PUASA BISA DILAKUKAN DI RUMAH SAKIT CITRA MEDIKA SIDOARJO OLEH      dr. THIWUT, Sp.PD DENGAN JADWAL PRAKTEK HARI SELASA, KAMIS DAN SABTU PADA PUKUL. 16.00 WIB-SELESAI.

 

Sumber :
http://terapimuslim.com/puasa-bagi-diabetes-Melitus-kencing-manis
https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/penderita-diabetes-puasa-ada-ketentuanny
http://www.kompasiana.com/dokterkoko/bolehkah-penderita-diabetes-berpuasa_552df6fb6e a834df058b45fe