Amankah Ibu Hamil Berpuasa?

 

a

Berpuasa merupakan hal yang diwajibkan bagi umat muslim, namun bagaimana bagi para ibu yang sedang hamil, amankah bagi mereka untuk berpuasa? Hal tersebut tergantung dari kondisi kesehatan ibu hamil, selama kondisi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya dinyatakan sehat setelah dilakukan pemeriksaan, maka ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa, dengan syarat ibu hamil tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi baik bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya. Pemenuhan nutrisi ini harus sama dengan kondisi ketika tidak berpuasa.

Kebutuhan gizi yang diperlukan oleh ibu hamil adalah :

1. Karbohidrat : penghasil kalori untuk beraktifitas dan sumber energi. Dibutuhkan sekitar 2400 – 2500 Kkal per hari. Roti, kentang dan beras adalah sumber Karbohidarat terbaik.

2. Protein : untuk pembentukan jaringan tubuh janin maupun ibu. Dibutuhkan kira – kira 1,2 – 1,5 gram per kilogram berat badan perhari. Bisa didapat dari bahan makanan hewani dan nabati (kacang – kacangan, tempe, tahu).

3. Vitamin : untuk mengatur metabolisme tubuh. Yang penting adalah Vitamin A, C, B1, B2, B6, dan B12. jadi konsumsi lah buah dan sayuran.

4. Kalsium : untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Susu adalah sumber kalsium yang bagus.

5. Zat besi : untuk mencegah anemia, selain juga diperlukan oleh plasenta yang terdiri atas pembuluh darah. Hati, daging sapi dan seafood adalah sumber zat besi terbaik.

6. Air : dibutuhkan sekitar 10 – 12 gelas perhari.

Ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa jika mengalami gangguan sebagai berikut :

1. Perdarahan

Pada ibu yang pernah mengalami perdarahan semasa kehamilan, ini jelas merupakan kontra indikasi dan tidak diperbolehkan berpuasa. Memaksakan diri hanya akan membahayakan kesehatannya. Paling tidak kalau tetap berpuasa, ibu tidak bisa mengonsumsi obat yang diresepkan.

2. Penyakit darah tinggi atau hipertensi

Tekanan darah selama kehamilan harus terkontrol dengan baik. Terlebih lagi pada ibu yang tekanan darahnya harus dikontrol dengan obat-obatan. Tekanan darah yang naik turun harus dihindari karena berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayinya.

3. Kencing manis atau diabetes (DM)

Wanita hamil dengan kencing manis tidak disarankan untuk berpuasa. Alasannya adalah selain harus menjalani terapi obat secara teratur, ibu hamil juga harus mematuhi program makan yang telah dibuatkan supaya kadar gula dalam darah bisa tetap terkontrol atau bisa tetap stabil.

4. Anoreksia dan bulimia

Efek yang bisa terjadi adalah kekurangan cairan tubuh. Padahal cairan tubuh itu amat penting bagi ibu hamil, terutama bayi yang sedang dikandung.

5. Gangguan sistem pencernaan

Ibu hamil dengan gangguan lambung yang memaksakan diri berpuasa berarti memperbesar peluang penyakitnya akan kambuh. Karena lambung yang kosong dalam waktu lama akan meningkatkan peluang terjadinya peningkatan asam lambung.

6. Dehidrasi

Kondisi ini berbahaya untuk kesehatan ibu dan bayi dalam kandungannya. Dalam keadaan seperti ini, ibu hamil sebaiknya cepat berbuka. Terlebih lagi ibu hamil yang terancam dehidrasi karena diare, muntah-muntah,dan banyak berkeringat.

7. Memasuki hari persalinan

Di hari persalinan, ibu hamil tidak dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa. Dikarenakan memerlukan energi ekstra untuk melahirkan si buah hati.

UNTUK KONSULTASI SEPUTAR KEHAMILAN SELAMA BULAN PUASA BISA DILAKUKAN DI RUMAH SAKIT CITRA MEDIKA SIDOARJO OLEH DOKTER :

dr. NYOMAN, Sp.OG : HARI SENIN (08.00 WIB – SELESAI) HARI RABU (10.00 WIB – SELESAI)

dr. A. RHEZA, Sp.OG : HARI SENIN, RABU, KAMIS & SABTU (16.00 WIB – SELESAI)

dr. SURYA H, Sp.OG : HARI SELASA (10.00 WIB – SELESAI)

Sumber:

http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/04/apakah-aman-ibu-hamil-berpuasa.html

http://doktersehat.com/bolehkah-wanita-hamil-berpuasa