Memperingati Hari Mata Nasional

Pada Tanggal 12 Oktober 2016

Seputar KATARAK

a

Katarak adalah suatu penyakit pada mata karena lensa mata menjadi keruh sehingga menghalangi cahaya yang masuk. Penglihatan penderita katarak menjadi terganggu dan bahkan bisa menjadi buta bila semakin parah dan tidak ditangani secara baik. Penyebab hal tersebut bisa terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan lensa), denaturasi protein lensa atau dapat juga akibat dari keduanya.

Faktor Penyebab Katarak
Katarak sebagian besar terjadi karena faktor usia atau penuaan, namun katarak bisa juga disebabkan oleh beberapa faktor risiko lain, seperti :

  • Katarak traumatik : disebabkan oleh riwayat trauma atau cedera pada mata.
  • Katarak sekunder : disebabkan oleh penyakit lain, seperti penyakit/gangguan metabolisme, proses peradangan pada mata, atau penyakit kencing manis (diabetes mellitus).
  • Katarak yang disebabkan oleh paparan sinar radiasi.
  • Katarak yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan jangka panjang, seperti kortikosteroid dan obat penurun kolesterol.
  • Katarak kongenital yang dipengaruhi oleh faktor genetik.

Gejala Katarak
Biasanya berupa penurunan kemampuan penglihatan yang terjadi secara progresif (seperti rabun jauh memburuk secara progresif). Penglihatan berkabut seolah-olah melihat asap dan pupil mata berwarna keputihan. Apabila katarak semakin memburuk pupil akan tampak benar-benar putih, sehingga refleks cahaya pada mata menjadi negatif. Bila katarak tidak segera ditangani dan dibiarkan maka akan mengganggu kemampuan penglihatan dan kemungkinan dapat menimbulkan komplikasi berupa Glaukoma dan Uveitis.

Pengobatan
Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan. Pembedahan dilakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik meskipun dengan bantuan kaca mata dalam melakukan kegiatan sehari-harinya. Jika katarak tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan. Pembedahan katarak terdiri dari pengangkatan lensa dan menggantinya dengan lensa buatan.

  • Pengangkatan lensa

Ada 2 macam pembedahan yang bisa digunakan untuk mengangkat lensa :

  • Pembedahan Ekstrakapsuler   : lensa diangkat dengan meninggalkan kapsulnya. Untuk memperlunak lensa, sehingga mempermudah pengambilan lensa melalui sayatan yang kecil, digunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (fakoemulsifikasi).
  • Pembedahan Intrakapsuler     : lensa beserta kapsulnya diangkat. Pada saat ini pembedahan intrakapsuler sudah jarang dilakukan.
  • Penggantian lensa

Penderita yang telah menjalani pembedahan katarak biasanya akan mendapatkan lensa buatan sebagai pengganti lensa yang telah diangkat. Lensa buatan ini merupakan lempengan plastik yang disebut lensa intraokuler, biasanya dimasukkan ke dalam kapsul lensa di dalam mata.

Setelah pembedahan jarang sekali terjadi infeksi atau perdarahan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius. Untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan, selama beberapa minggu setelah pembedahan diberikan tetes mata atau salep.

Untuk melindungi mata dari cedera, penderita sebaiknya menggunakan kaca mata atau pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan sembuh.

Pencegahan
Pencegahan utama adalah mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan menghindari faktor-faktor yang mempercepat terbentuknya katarak. Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata. Berhenti merokok juga bisa mengurangi resiko terjadinya katarak.

 

“LAYANAN OPERASI KATARAK DAPAT DILAKUKAN DI RUMAH SAKIT CITRA MEDIKA SIDOARJO OLEH dr. BUDI S, Sp.M, DENGAN JADWAL PRAKTEK HARI SENIN & KAMIS  PUKUL 11.00 WIB’’

 

Sumber :
http://artikel-info-kesehatan.blogspot.co.id/2009/08/katarak-kabut-pada-mata.html
http://www.idmedis.com/2014/11/pengertian-katarak-faktor-penyebab-dan.html