SEPUTAR MYOMA

 

a

Sekitar 75 persen wanita pernah memiliki myoma. Terkadang, kondisi ini tidak diketahui oleh sebagian wanita yang mengalami karena tidak muncul gejala. Myoma adalah pertumbuhan jaringan di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Myoma berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal.


Penyebab Munculnya Myoma

Hingga kini, penyebab kemunculan myoma masih belum diketahui. Kemunculan kondisi ini dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium). Biasanya muncul pada usia sekitar 30-50 tahun. Setelah mengalami menopause, myoma akan menyusut karena penurunan kadar estrogen. Myoma lebih sering muncul pada wanita dengan berat badan berlebih atau yang mengalami obesitas. Dengan meningkatnya berat tubuh, hormon estrogen di dalam tubuh juga akan meningkat. Selain itu, faktor keturunan juga berperan. Wanita dengan ibu dan saudara perempuan yang pernah mendapatkan myoma akan cenderung memiliki myoma. Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko munculnya myoma adalah menstruasi yang dimulai terlalu dini, banyak mengonsumsi daging merah dibandingkan sayur-sayuran dan buah-buahan, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Risiko seorang wanita mengalami miom akan menurun setelah melahirkan anak. Dan risiko makin kecil jika memiliki lebih banyak anak.


Diagnosis Myoma

Myoma terkadang didiagnosis secara tidak disengaja ketika Anda melakukan pemeriksaan ginekologi, melakukan tes, atau pencitraan tertentu. Hal ini terjadi karena myoma bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kandungan secara rutin dan berkala.

Berikut ini adalah beberapa tes atau pemeriksaan untuk memastikan diagnosis terhadap myoma :

Ultrasonografi (USG). Alat yang memancarkan frekuensi gelombang suara untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh.

Magnetic resonance imaging (MRI). Hasil pencitraan ini bisa memperlihatkan ukuran dan lokasi myoma di dalam tubuh Anda.

Histeroskopi. Sebuah teleskop kecil (histeroskop) akan dimasukkan ke rahim melalui vagina dan serviks untuk melihat bagian dalam rahim.

Laparoskopi. Pipa kecil dengan cahaya dan kamera di ujungnya dimasukkan untuk melihat bagian dalam perut atau panggul.

Biopsi. Sampel jaringan akan diangkat ketika melakukan prosedur histeroskopi atau laparoskopi untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Gejala Myoma

Banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa mereka menderita myoma karena beberapa kasus tidak menimbulkan gejala yang bisa dikenali. Tapi bagi para wanita yang mengalaminya, berikut ini adalah beberapa gejala yang muncul akibat myoma.

Menstruasi berlebih atau menyakitkan. Myoma tidak mengubah siklus menstruasi seseorang. Tapi kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya pendarahan berlebihan, masa menstruasi yang bertambah lama (lebih dari tujuh hari), menstruasi yang lebih sakit atau lebih nyeri dari biasanya. Untuk memastikan dan mencegah kondisi yang lebih serius, tanyakan kepada dokter jika Anda mengalami gejala yang cukup mengganggu

Sering buang air kecil. Ketika myoma yang muncul kian menekan kandung kemih, Anda akan sering buang air kecil.

Konstipasi. Kondisi ini akan muncul ketika myoma yang ada menekan rektum atau usus besar.

Rasa sakit pada bagian perut. Jika muncul myoma yang cukup besar, perut akan terasa tidak nyaman atau bisa terjadi pembengkakan. Selain pada bagian perut, punggung bagian bawah dan kaki juga bisa terasa sakit atau nyeri.

Sakit saat berhubungan seksual. Myoma yang tumbuh di sekitar vagina atau leher rahim akan menyebabkan munculnya rasa sakit atau tidak nyaman saat berhubungan seks.

Pengobatan Myoma

Myoma yang tidak memunculkan gejala tertentu, biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Biasanya setelah masa menopause, myoma jenis ini akan menyusut atau bahkan menghilang tanpa menjalani pengobatan. Pengobatan akan dilakukan pada myoma yang menimbulkan gejala. Pengobatan ini berfungsi meringankan gejala yang muncul. Apabila pengobatan yang dilakukan tidak memiliki dampak yang efektif, pelaksanaan prosedur operasi perlu dilakukan.

Obat-obatan untuk Mengatasi Myoma

Pada myoma yang memiliki gejala, terdapat beberapa obat-obatan yang bisa digunakan untuk meredakan gejala yang muncul, yaitu:

• Kontrasepsi oral (pil KB).

• Levonorgestrel intrauterine system (LNG-IUS).

• Asam traneksamat.

• Obat anti inflamasi non steroid (OAINS).

• Norethisterone oral.

• Progesteron suntik.

• Gonadotropin releasing hormone (GnRH).

Operasi pada Myoma

Jika gejala yang muncul akibat myoma cukup parah dan pengobatan yang dilakukan tidak berhasil, Anda akan disarankan menjalani operasi. Anda bisa menanyakan kepada dokter tentang manfaat dan risiko yang akan dihadapi ketika memilih prosedur operasi tertentu. Berikut ini beberapa operasi yang dilakukan untuk mengatasi myoma.

Bedah histeroskopi. Prosedur mengangkat miom melalui vagina dengan menggunakan peralatan operasi kecil.

Myomektomi. Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat miom pada dinding rahim.

Histerektomi. Prosedur ini adalah operasi pengangkatan seluruh rahim.

• Selain prosedur operasi di atas, terdapat cara lain untuk mengatasi miom tanpa proses operasi.

Embolisasi arteri rahim. Prosedur ini akan menghambat pembuluh darah yang menyuplai myoma dan sebagai akibatnya ukuran myoma akan menyusut.

Ablasi endometrium. Ini adalah prosedur kecil untuk mengangkat dinding rahim.

Terkecuali histerektomi, semua proses yang dilakukan di atas masih memungkinkan munculnya kembali myoma di masa mendatang. Masih ada kemungkinan miom kecil yang tidak terdeteksi oleh dokter dapat tumbuh dan mengakibatkan gejala yang memerlukan pengobatan.

Sumber: http://www.alodokter.com/miom