Menyongsong PIN Polio 8-15 Maret 2016

P O L I O

 

a

Pengertian Polio

Polio atau poliomyelitis (lumpuh layu) adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, yaitu poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Pengobatan terhadap virus ini belum ditemukan. Pada kondisi penyakit yang bertambah parah, bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan, dan pada sebagian kasus menyebabkan kematian. Sejak awal tahun 2014, WHO (World Health Organization) telah menyatakan Indonesia sebagai salah satu negara yang bebas dari penyakit ini berkat program vaksinasi polio yang luas.

Gejala Penyakit Polio
Kebanyakan penderita polio tidak menyadari bahwa diri mereka terinfeksi karena virus polio pada awalnya hanya menimbulkan sedikit gejala atau bahkan tidak sama sekali, dan tidak membuat mereka menjadi sakit.

Penderita Polio dibagi menjadi tiga kelompok:

  • Polio Non-Paralisis

Tipe polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan. Gejalanya tergolong ringan. Gejala polio non-paralisis yang umumnya berlangsung antara satu hingga sepuluh hari antara lain muntah, lemah otot, demam,  letih, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, kaki, tangan, leher, dan punggung terasa kaku dan sakit.

  • Polio Paralisis

Merupakan tipe polio yang paling parah dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Gejala awal polio paralisis sering kali sama dengan polio non-paralisis, seperti sakit kepala dan demam dalam jangka waktu sepekan. Gejala polio paralisis di antaranya :

  • Sakit atau lemah otot,
  • Kaki dan lengan terasa terkulai atau lemah,
  • Kehilangan refleks tubuh.

Beberapa penderita polio paralisis bisa mengalami kelumpuhan dengan sangat cepat atau bahkan dalam hitungan jam setelah terinfeksi dan terkadang kelumpuhan hanya terjadi pada salah satu sisi tubuh. Saluran pernapasan mungkin bisa terhambat atau tidak berfungsi, sehingga membutuhkan penanganan medis darurat.

  • Sindrom Pasca-Polio

Sindrom pasca-polio biasanya menimpa orang-orang berumur rata-rata 30-40 tahun yang sebelumnya pernah menderita penyakit polio. Gejala yang sering terjadi di antaranya:

    • Sulit bernapas atau menelan,
    • Sulit berkonsentrasi atau mengingat,
    • Persendian atau otot makin lemah dan terasa sakit,
    • Depresi atau mudah berubah suasana hati,
    • Gangguan tidur dengan kesulitan bernapas,
    • Mudah lelah,
    • Massa otot tubuh menurun.

    Penularan Polio
    Penyakit polio disebabkan oleh virus yang umumnya masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan tinja dan cairan pernafasan yang mengandung virus polio. Polio hanya menjangkiti manusia, menyerang tenggorokan dan usus. Polio menyerang tanpa mengenal usia, lima puluh persen kasus terjadi pada anak berusia antara 3 hingga 5 tahun. Masa inkubasi polio dari gejala pertama berkisar dari 3 hingga 35 hari.

    Mencegah Tertular Penyakit Polio
    Polio dapat dicegah dengan vaksinasi yang bisa memberikan kekebalan terhadap penyakit polio seumur hidup, terutama pada anak-anak. Anak-anak harus diberikan empat dosis vaksin polio tidak aktif, yaitu pada saat mereka berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan antara 1.5-2 tahun. Vaksin polio dengan virus tidak aktif memiliki kemungkinan mendekati 100 persen untuk secara efektif mencegah polio setelah tiga kali penyuntikan, dan aman bagi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Efek samping yang umumnya terjadi setelah pemberian suntikan adalah rasa sakit dan kemerahan pada titik penyuntikan. Orang dewasa yang harus mendapatkan serangkaian vaksin polio adalah mereka yang belum pernah divaksinasi atau status vaksinasinya tidak jelas. Dosis vaksinasi polio pada orang dewasa adalah dua dosis pertama dengan jarak waktu antara 1-2 bulan, dan dosis ketiga antara 6-12 bulan setelah pemberian dosis kedua. Sebagian orang yang diberikan vaksin polio bisa mengalami alergi. Jika setelah disuntik mengalami alergi, segera temui dokter.
    Reaksi alergi yang mungkin terjadi diantaranya yaitu:

      • Pusing dan Lemas,
      • Tenggorokan bengkak,
      • Sulit bernapas,
      • Pucat,
      • Serak,
      • Biduran,
      • Jantung berdetak kencang.

      Komplikasi
      Komplikasi yang paling berat adalah kelumpuhan yang menetap. Kelumpuhan terjadi sebanyak kurang dari 1 dari setiap 100 kasus, tetapi kelemahan satu atau beberapa otot, sering ditemukan. Kadang bagian dari otak yang berfungsi mengatur pernafasan terserang polio, sehingga terjadi kelemahan atau kelumpuhan pada otot dada. Beberapa penderita mengalami komplikasi 20-30 tahun setelah terserang polio. Keadaan ini disebut sindroma post-poliomielitis, yang terdiri dari kelemahan otot yang progresif, yang seringkali menyebabkan kelumpuhan.

      Sumber:
      http://www.situsobat.com
      http://www.alodokter.com/polio

      NOTE:  RS CITRA MEDIKA Melayani Imunisasi Polio Gratis di Poli KIA tanggal 8-15 Maret 2016, bagi balita usia 0-5 Tahun.