Mengenal Vaginoplasty

a

Vaginoplasty merupakan operasi yang berfungsi untuk merekondisi otot-otot pada organ kewanitaan yang telah mengalami proses pengenduran. Perbaikan pada vagina tersebut dapat dilakukan secara menyeluruh mulai dari vagina bagian luar, vagina bagian dalam, dinding vagina, himen, dan bibir kemaluan.

Indikasi operasi Vaginoplasty :

1. Kelainan vagina

Indikasi mutlak dilakukan vaginoplasty adalah tidak terbentuknya vagina yang disebut atresia atau agenesis vagina, sehingga secara fisik penderita kerap diragukan identitasnya sebagai perempuan, namun kasus tersebut jarang terjadi. Selain itu ada beberapa kelainan diantaranya agenesis partial yaitu vagina yang terbentuk sebagian, septum transversal yaitu vagina memiliki batas antara bagian atas dan bawah atau kiri dan kanan (septum longitudinal) dan selaput dara yang tidak memiliki lubang (himen inferforata). Begitu juga bila labia atau bibir vagina terlalu lebar atau mengalami perlekatan satu sama lain.

2. Kelonggaran vagina

Disebabkan kurangnya elastisitas otot vagina akibat multipara (melahirkan banyak anak lewat vagina).

3. Proses melahirkan yang traumatik.

4. Usia yang menua.

5. Gangguan hormonal.

6. Obesitas.

Operasi Vaginoplasty
Prinsip vaginoplasty adalah dengan membuat sayatan bukaan di selaput lendir dinding belakang vagina untuk mencapai otot-otot dinding vagina, kemudian otot-otot diiris, dikencangkan dan dijahit dengan benang yang diserap. Kelebihan otot, jaringan lunak, dan jaringan selaput lendir dibuang, sayatan tersebut kemudian ditutup dan dijahit dengan benang yang diserap. Bekas luka operasi tidak akan terlihat karena berada di dalam rongga vagina. Prosedur operasi ini dapat berjalan baik jika dilakukan tim yang terdiri dari dokter ahli bedah plastik dan ahli kebidanan-kandungan. Dengan demikian, ketepatan anatomi dan hasil akhir operasi akan memuaskan.

Tingkat keberhasilan operasi vaginoplasty juga ditentukan oleh tindakan perawatan yang dilakukan pasien. Selain rutin membersihkan bekas luka operasi, vagina juga sebaiknya diistirahatkan selama 3-6 minggu. Hal ini untuk mencegah infeksi atau benang jahitan terlepas, sebelum menyatu dengan jaringan lainnya. Biasanya lapisan mukosa akan pulih lebih dulu, dengan waktu kurang dari 1 minggu, selanjutnya pemulihan jaringan otot dalam waktu kurang dari 3 minggu. Pemulihan terakhir adalah pada jaringan saraf, yang membutuhkan waktu hingga 6 minggu. Selama kurun waktu tersebut, pasien juga sebaiknya rajin berkonsultasi, untuk mencegah lebih dini jika ada keluhan tertentu seperti pendarahan, bengkak, atau gatal.

LAYANAN VAGINOPLASTY DAPAT DILAKUKAN DI RUMAH SAKIT CITRA MEDIKA SIDOARJO OLEH dr. AGUS SANTOSO BUDI, SpBP, DENGAN JADWAL PRAKTEK HARI SABTU PUKUL 10.00 WIB’’.

Sumber :
http://www.bedah-plastik.com/vags.htm
http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/12/amankah-vaginoplasty.html#ixzz4FOjpSYl0