Waspada Penyakit Kawasaki

a

Penyakit Kawasaki adalah penyakit yang dapat menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh darah di seluruh tubuh, khususnya pembuluh darah jantung. Kondisi ini termasuk penyakit langka yang mayoritas menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Umumnya balita yang berusia antara satu setengah hingga dua tahun. Riset juga menunjukkan 72 persen penderita kawasaki berusia di bawah lima tahun dan 1,5 kali lebih banyak menyerang laki-laki.

Selain pembuluh darah, penyakit Kawasaki dapat menyerang kelenjar limfe (limfonodi), kulit (kutan), dan membran mukosa yang terdapat di dalam mulut, hidung, serta tenggorokan. Karena itu, penyakit ini juga disebut sindrom limfonodi mukokutan.

Penyebab penyakit Kawasaki belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga  terdapat beberapa faktor yang mungkin melatarbelakangi penyakit ini, misalnya faktor keturunan, infeksi (virus atau bakteri), kondisi autoimun, dan beberapa faktor lainnya.

Pengobatan terhadap penyakit Kawasaki paling baik dilakukan maksimal 10 hari sejak gejala muncul. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin kecil pula risiko komplikasi serta lebih cepat disembuhkan.

Gejala Penyakit Kawasaki

Gejala penyakit Kawasaki umumnya muncul dalam tiga tahap dan akan berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan.

Tahap pertama terjadi pada minggu 1-2. Pada tahap ini, gejala utama yang muncul adalah demam selama lebih dari lima hari yang disertai:

  • Ruam kemerahan yang pertama muncul di area organ intim dan menyebar ke tubuh bagian atas, tangan, kaki, serta wajah. Ruam ini biasanya akan hilang dalam waktu satu minggu.
  • Mata merah, tapi tidak keluar cairan.
  • Perubahan kondisi mulut, seperti lidah atau tenggorokan merah serta bibir yang kering dan pecah-pecah.
  • Jari-jari tangan atau kaki yang bengkak dan memerah. Tangan dan kaki juga akan terasa sakit.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.

Pada minggu 2-4, pasien pengidap penyakit Kawasaki akan mengalami tahap kedua. Demam biasanya sudah turun, tapi pasien akan mengalami gejala-gejala lain yang meliputi kulit pada ujung jari tangan dan kaki mengelupas, gangguan pencernaan (seperti diare, muntah, dan sakit perut), serta rasa nyeri dan pembengkakan pada sendi.

Pada tahap inilah, komplikasi seperti aneurisma dapat muncul. Aneurisma adalah melebarnya pembuluh darah akibat dinding pembuluh darah tidak cukup kuat untuk menahan aliran darah. Kelemahan dinding pembuluh darah tersebut disebabkan oleh proses peradangan yang terjadi akibat penyakit Kawasaki. Apabila tidak ditangani, aneurisma ini dapat pecah dan menimbulkan perdarahan.

Pasien akan memasuki tahap ketiga pada minggu 4-6. Pada minggu-minggu ini, gejala-gejala penyakit kawasaki perlahan-lahan akan berkurang, tapi kondisi anak umumnya masih lemas sehingga mudah lelah.

Gejala-gejala penyakit ini cenderung mirip dengan infeksi virus, terutama gejala demam pada tahap pertama. Jika anak Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter agar anak anda mendapat penanganan yang tepat.

Penyakit kawasaki memang belum dapat dicegah, tapi diagnosis dan penanganan secepat mungkin dapat menurunkan risiko komplikasi. Dengan penanganan dini, sebagian besar anak yang mengidap penyakit ini dapat sembuh total dalam waktu enam minggu hingga dua bulan.

Diagnosis Penyakit Kawasaki

Tidak ada tes khusus yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi penyakit ini. Biasanya Dokter akan mendiagnosis penyakit ini dengan memeriksa kondisi fisik dan gejala-gejala yang dialami sang anak. Sejumlah indikasi yang umumnya dianggap sebagai patokan adalah gejala-gejala pada tahap pertama, seperti durasi dan suhu demam yang diderita, mata merah, perubahan pada mulut, bibir, serta jari tangan dan kaki.

Pemeriksaan lebih lanjut juga mungkin akan dianjurkan, misalnya tes darah, tes urine, pungsi lumbal, elektrodiagram/elektrokardiogram (EKG) atau ekokardiogram. Proses ini dilakukan guna menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain yang memiliki gejala-gejala yang mirip, seperti campak, demam scarlet,  toxic shock syndrome, Stevens-Johnson syndrome, serta lupus. Penyakit kawasaki juga berpotensi menyebabkan gangguan jantung. Dokter seringkali menemukan adanya pelebaran pembuluh darah di sekitar jantung pada pengidap penyakit kawasaki. Oleh karena itu, dokter juga menyertakan tes elektrodiagram/elektrokardiogram dan ekokardiogram saat mendiagnosis pasien.

Resiko Komplikasi Penyakit Kawasaki

Komplikasi utama akibat penyakit Kawasaki adalah masalah jantung. Jika tidak ditangani dengan efektif, diperkirakan sekitar satu diantara lima anak pengidap penyakit ini akhirnya menderita komplikasi jantung. Bahkan 1 diantara 100 kasus komplikasi yang terjadi berakibat fatal.

Umumnya gangguan jantung yang terjadi pada pengidap penyakit kawasaki bisa ditemukan pada minggu pertama dan kedua sejak gejala muncul. Tanda-tanda yang sering ditemukan biasanya berupa detak jantung yang sangat cepat (tachycardia), penumpukkan cairan di dalam jantung (pericardial effusion), atau peradangan pada otot jantung (myocarditis). Komplikasi serius pada pengidap penyakit kawasaki umumnya disebabkan oleh inflamasi dan pembengkakan pada pembuluh darah koroner. Dinding pembuluh darah mungkin akan melemah sehingga menyebabkan terbentuknya aneurisma atau dinding pembuluh bisa menyempit dan memicu penggumpalan darah. Kedua komplikasi ini dapat berujung pada kerusakan jantung.

Dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memantau kondisi jantung anak anda secara berkala jika terdapat indikasi bahwa anak anda mengidap masalah jantung. Proses pemantauan ini biasanya dilakukan pada minggu ke enam hingga delapan setelah gejala penyakit kawasaki muncul.

Jika masalah jantung yang dialami berkelanjutan, anak anda akan menjalani penanganan oleh Dokter Spesialis Jantung. Kondisi ini umumnya akan ditangani dengan obat-obatan seperti antikoagulan dan antiplatelet atau prosedur operasi yang meliputi angioplasti koroner dan bedah bypass arteri jantung (Coronary Artery Bypass Graft/CABG).

Pasien dengan tingkat komplikasi yang parah mungkin akan mengalami kerusakan permanen pada otot atau katup jantung yang berfungsi mengontrol aliran darah. Oleh karena itu, mereka dianjurkan untuk selalu melakukan pemeriksaan secara regular dengan Dokter Spesialis Jantung agar kondisinya terus terpantau.

Konsultasi seputar kesehatan anak dapat dilayani di Rumah Sakit Citra Medika Sidoarjo oleh :

dr Benny Wibisono, SpA : Senin, Selasa, Kamis, Jumat
  Pukul 08.00-15.00 WIB
dr Anggono R. Arfianto : Senin, Rabu, Kamis, Jumat
  Pukul 16.00- selesai

http://www.alodokter.com/penyakit-kawasaki

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180201154232-255-273219/gejala-virus-kawasaki-mirip-campak-dan-demam-berdarah